Because there are a lot of people who get offended about basically everything I write, I am here to tell that you have to read CAREFULLY to avoid any misunderstandings between you and I, okay? I am very open for critics (I mean nobody's perfect, I may make any mistakes) but it has to be "make sense".
Menanggapi kritik yang muncul karena salah paham (yang lahir dari kurang teliti dalam membaca atau kegagalan menarik kesimpulan dari premis yang ada) is such a waste of time, so no honey I am not going to do that.
Masa-masa SMA gue emang banyak pait-nya, mungkin ini juga yang memengaruhi opini gue.
Hari pertama masuk kelas X aja ada bocah, yang gue gatau dari mana asalnya dan ga pernah ngobrol sama gue sebelumnya, ngomong ke orang yang sampe sekarang malah jadi sahabat karib gue
"Kasian banget sih kamu, yang sabar aja ya duduk sama Amel dia kan nyebelin banget". Tawain aelah
Bisa dibayangin gimana dramanya kehidupan gue pada masa-masa tersebut.
Meskipun sebenernya ada juga sih hal menyenangkan dan ngangenin, tetep sih gue prefer kuliah daripada SMA.
Kenapa?
1. Gue dapet jurusan kuliah yang menarik, dan gue suka belajar hal yang menurut gue menarik. Emang sih tugasnya susah dan banyak tapi alhamdulillah ga sampe pada titik gue stress. Dulu pas SMA gatau kenapa malah tekananya lebih berat.
2. Di kampus orang-orangnya udah dewasa jadi less-drama (well ga semua sih), dan lagi gue beruntung karena semuanya baik dan perhatian sama temen-temenya dalam kata lain tingkat 'empati' nya lebih tinggi.
3. I have full control of myself and my grade. Kalo gue lengah ya ancur, kalo gue berjuang ya hasilnya memuaskan, di situ yang seru. Kuliah harus lebih mandiri, dan justru gue suka the lack of control from others.
4. Liburnya banyak, jadi gue bisa melakukan sesuatu untuk nambah pengalaman or simply enjoying the time passes. Dulu jaman SMA gue selalu bercita-cita "Enak kali ya rasanya gada tugas sebulan, kerjanya ngelakuin hal yang lu suka doang", well... I am now technically living my own dream kan?
5. Gue sekolah di kampus yang gue pinginin dari TK so basically I am living my dream (again)
6. Gue punya temen yang baik-baik, supportive, dan seru tapi tetep ambis dalam akademik (what a great combination, right?)
7. Ga tiap hari gue bisa kumpul sama keluarga, jadi ketika liburan dan gue bisa di rumah sama Nyokap gue bener-bener mensyukuri setiap detiknya dan bahagia, bahkan lebih dari saat gue SMA which is tiap hari ketemu. Kangen diobatin enak banget kan rasanya?
8. Gue jauh dari orang-orang yang gue gasuka/gasuka sama gue. Jadi gue hidup dalam kedamaian tanpa toxic (ga 100% juga sih)
9. I can express myself thru almost everything (chill nothing bad like weeds or drugs)
Gue belum pernah denger di kehidupan nyata baik dari temen, saudara, keluarga, sahabat, kerabat, kalau mereka prefer SMA daripada kuliah. Tapi kalo emang ada yang mikir kaya gitu, mungkin saran gue adalah cari temen yang seru, ikut kegiatan yang bikin lo ga bosen, bersyukur masih bisa kuliah (stop complaining seriously), dan yang paling penting adalah pastikan diri sendiri bahwa lo udah mauk ke jurusan yang emang lo suka, buat diri lo sendiri merasa bahagia dan senang mempelajari apapun yang diberikan dosen; kalau emang ternyata lo gasuka ya ngapain dipaksa? (Pengalaman pribadi gue kurang suka sama jurusan kuliah yang gue ambil sebelumnya jadi gue memutuskan untuk pindah, and yes I am happy because I did it!)
Semoga buat para mahasiswa yang masih suka nakut-nakutin anak SMA yang mau masuk kuliah by saying those words menemukan hal menyenangkan dalam kehidupan kuliah.
Mwaaa